Kamu..
Banyak kata yang tidak sampai aku nyatakan. Banyak kata yang tidak sempat aku utarakan.
Meski sampai saat ini masih ada rasa sesak yang aku simpan, meski hingga kini luka ini masih basah, tapi selalu saja rasa itu mengalahkan semuanya. Bahkan ketika kata-katamu mulai menyakiti, ketika sikapmu mulai menumbuhkan luka, tapi apa dayaku?
Aku masih tetap bertahan untukmu.
Jika boleh kukatakan, masih banyak rasa sakit yang tersimpan. Masih banyak sesak yang terasa. Bahkan, kejadian tempo lalu, itu masih saja menjadi bayangan nyata yang sulit untuk aku lupa. Ketika yang kuminta hanya waktu, tapi kecewa yang aku tuai. Ketika bahagia yang aku ingin, tapi luka yang aku bawa.
Kamu tahu? Aku masih dihujami kata-katamu yang menyakiti. Sikapmu yang cuek dan tak anggap keluargaku ada. Sungguh, itu membuatku sangat sakit. Bahkan, sakitnya lebih parah dari rasa sakit yang kerap kali menghantui fisikku.
Namun apa kamu tahu?
Rasa itu tetap sama. Bahkan selalu utuh. Meski aku tak pernah tahu, apa rasa itu kau berikan secara utuh juga untukku atau tidak. Meski aku tidak pernah tahu, apakah aku ini memang ada di kehidupanmu atau tidak. Meski aku tidak pernah tahu, apa tulus yang aku punya, sama tulusnya dengan yang kamu punya atau tidak.
Kamu, ketika realitas meresahkanku, aku memilih untuk diam. Ketika kenyataann menyesakkan, aku hanya memilih untuk bersendiri. Apa kamu merasakan jadi aku? Andai kamu tahu, betapa hanya satu yang aku mau ketika waktu semakin lahap menelanku dalam langit. Meski hanya satu,
Tapi itu sangat sulit. Jika kau mau memahami, sungguh, aku hanya ingin kamu ada. Ada ketika langit mulai menelanku perlahan. Tapi apalah aku? Aku hanya sesosok senja yang selalu berharap bertemu fajar. Tidak mungkin! Ya, aku selalu merasa bahwa aku tak pernah menjadi penting untuk kehidupanmu. Bahkan mungkin, tidak akan terjadi apa-apa denganmu ketika langit benar-benar menelanku. Ketika aku menghargai mu dan orang orang tersayangmu tapi kamu tidak bisa lakukan itu untuk orang orang yg kusayang ,. Kau menganggap nya rendah meremehkannya !!!!
Ketika yang aku harap lebih, tapi yang kau beri, tak sama sekali. Jika boleh aku protes, aku ingin memaki. Kenapa kamu tak pernah memahami?
Jika boleh aku berharap dan meminta, sungguh, tidak bisakah kau luangkan sedikit lebih lama waktumu untukku? Tidak bisakah kau sdikit menuai waktu untuk memahamiku? kenapa kau tidak bisa meluangkan waktumu untukku? Seringkali aku menunggu, tapi apa yang aku tunggu selalu saja menuai luka. Aku hanya ingin sedikit waktumu. Jika kamu tak bisa lama, tidak bisakah kamu meluangkan sedikit saja waktumu untukku sebelum aku benar-benar terlelap ditelan langit? Sungguh, untuk saat ini, aku hanya ingin kejelasan dari hidupku yang mungkin selama ini aku tanpa status yang jelas seperti di permainkan dibodohi dan aku ingin hargai lah orang orang tersayangku juga anggaplah mereka seperti orang yg km sayangin bukan aku saja yg km cinta dan sayang tapi keluargaku juga !! . Meski hanya sekejap pandangan mata, hingga akhirnya mataku benar-benar tak sanggup lagi memandang.
Jika suatu saat mataku sudah terpejam sebelum memandangmu, maka kumohon, tetap ingat aku dalam mimpimu. Jika nantinya waktu tak memberi ruang untuk menyatukan aku dan kamu, bahkan ketika aku sudah benar-benar ditelan oleh langit, perasaan ini akan tetap utuh. Kamu menjadi orang yang pernah ku pilih untuk menemani hidupku
Kutulis ini lengkap bersama sakit, cinta, kasih, sayang, hingga pelukan yang aku rindu. Semoga sampai, kau baca dan kau pahami sebelum aku terlelap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar